Select Page

Cara Menulis Artikel Ilmiah

Cara Menulis Artikel Ilmiah

Cara Menulis Artikel

Artikel adalah tulisan yang tidak terlalu panjang (sekitar 300- 1000 kata) yang menyajikan gagasan- gagasan dan fakta empiris yang dibuat untuk meyakinkan, memberikan informasi, mendidik dan menghibur. Artikel biasanya dipublikasikan di media massa seperti surat kabar, majalah, atau pun tabloid. Namun demikian sekarang menulis artikel ilmiah juga telah banyak dipublikasikan di media berbasis online. Genre artikel sendiri bermacam- macam, ada yang mengenai hasil penelitian, panduan melaksanakan sesuatu, argumentasi, sejarah, travelling dan lain- lain. Jangan lupakan fakta bahwa artikel bukanlah karya fiksi sehingga harus berdasarkan kenyataan

Menulis Artikel

Untuk dapat menulis sebuah artikel ilmiah yang layak diterbitkan atau dipublikasikan di media, tentu saja tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Diperlukan cara atau langkah tertentu agar artikel enak dibaca dan kaya akan informasi.

Tips Menulis Artikel

Berikut ini beberapa cara menulis artikel yang dapat diterapkan oleh pemula.

Menentukan segmentasi pembaca

Sebelum memulai menuliskan artikel, pertama kita perlu memahami siapa yang kita perkirakan akan membaca tulisan kita, apakah anak sekolah, mahasiswa, pekerja, atau orang tua. Kita perlu membidik satu kelas masyarakat tertentu untuk dapat melihat tulisan yang sesuai kita sajikan pada target kita itu. Di zaman sekarang, penulis artikel kebanyakan membidik generasi milenial sehingga artikel yang ditulis kebanyakan mengenai kehidupan anak muda milenial.

Mulai dengan memilih tema

Berhubungan dengan poin pertama, kita perlu memilih tema untuk dijadikan sebagai bahan tulisan. Usahakan tema yang kita pilih spesifik sehingga dalam proses penulisannya pun akan lebih mudah karena ruang lingkup yang lebih sempit. Tema yang dapat dipakai jika kita mengincar generasi milenial misalnya adalah mengenai tutorial kecantikan atau review film menjadi bagian dari lifestyle mereka.

Membuat judul yang menarik

Judul berkaitan dengan angle dalam sebuah artikel. Sebaiknya carilah judul yang menarik untuk dibaca. Judul ini berkaitan erat dengan jumlah pembaca, sebab terkadang sebuah artikel bagus namun memiliki judul yang kurang menarik sehingga pembaca enggan untuk membaca.

Sebaliknya ada artikel yang isinya sebetulnya tidak terlalu penting, namun karena pemilihan judul yang cerdas membuat pembaca tergugah untuk membacanya. Tips untuk penulis pemula, perbanyaklah membaca artikel di media untuk melihat cara membuat judul yang cerdas sekaligus menarik untuk dibaca artikelnya.

Menetapkan tujuan penulisan

Pada umumnya artikel tidak secara langsung memaparkan mengenai tujuan penulisan artikel, namun secara tersirat kita dapat melihat tujuan ditulisnya artikel tersebut. Tujuan ini penting untuk menyesuaikan tema dan target pembaca serta kemanfaatannya. Tentu saja kita menginginkan artikel yang kita buat memberikan manfaat bagi pembacanya.

Menyusun rumusan masalah

Sama seperti tujuan penulisan, rumusan masalah pada artikel terkadang tidak dituliskan secara jelas. Namun demikian ada beberapa artikel yang menyebutkan rumusan masalahnya dalam bentuk kalimat tanya, Jika rumusan masalah tidak memungkinkan untuk kita tuliskan dalam bentuk pertanyaan, kita tidak perlu memaksakan membuat suatu kalimat tanya. Kita dapat memaparkan di dalam alur tulisan. Semua tidak jadi masalah asalkan kita membuat kalimat yang gayut satu dengan yang lainnya.

Perbanyak referensi

Jangan lupa untuk memperkaya diri sendiri dalam membuat artikel dengan banyak membaca pustaka yang sesuai dengan tema tulisan kita. Sebab semakin banyak kita membaca referensi tentu saja akan semakin banyak konsep atau ide yang kita peroleh di dalam mengembangkan kalimat di dalam artikel kita. Membuat artikel yang sarat akan informasi menjadi hal yang sangat mungkin terjadi apabila sebelumnya kita sudah menguasai tema yang akan kita tulis.

Cara penyelesaian masalah atau solusi

Di dalam artikel tentu saja kita menarik suatu persoalan atau topik yang kita ilustrasikan atau tunjukkan. Di dalamnya terdapat sebuah permasalahan yang sebetulnya kita coba untuk selesaikan dengan cara kita. Solusi yang ditawarkan ini sebaiknya bukanlah solusi yang ’berat’ seperti di dalam jurnal ilmiah.

Artikel kita ini bersifat umum, sehingga sebaiknya solusi yang ditawarkan pun akan semakin baik apabila semakin mudah untuk diterapkan oleh pembacanya. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa artikel yang baik adalah artikel yang mudah diimplementasikan oleh pembaca sehingga dapat menyelesaikan masalah dari si pembaca.

Kesimpulan

Sebetulnya membuat kesimpulan itu mudah apabila kita telah menuliskan artikel dengan alur yang pas dan gayut satu bagian dengan bagian yang lainnya. Tulislah kesimpulan yang singkat, padat dan mudah dipahami. Jangan lupakan dengan kalimat penutup (closing) yang dibuat mengena atau dramatis agar meninggalkan kesan di hati pembaca. Akan tetapi jangan lupakan untuk menulis kalimat tersebut dengan efektif.

Jangan terlalu panjang

Disarankan untuk mempersingkat alinea pada artikel yang kita tulis. Ingat bahwa tidak semua pembaca akan membaca secara keseluruhan tulisan kita. Terkadang pembaca hanya akan membaca poin- poin penting di dalam tulisan kita yang menurutnya perlu untuk diingat.

Hal ini menjadi syarat utama apabila kita akan mengirimkan artikel kita ke media online. Selain karena pembaca yang ”malas” dengan alinea yang panjang, ruang yang tersedia juga terbatas. Sebagai contoh di sebuah media online terkenal di Indonesia, artikel yang dimuat hanya pada range antara 100 hingga 300 kata. Sebetulnya artikel dengan kata terbatas pun cukup kaya informasi, terutama apabila kita tidak lupa untuk memperhatikan keefektifan kalimat.

Periksa kebahasaan dan penggunaan ejaan

Supaya artikel yang kita buat enak dibaca, penggunaan struktur dan tata bahasa perlu untuk kita perhatikan. Terkadang hal sekecil ini dapat mengganggu pembaca artikel sehingga kurang mengapresiasi artikel yang kita buat. Tanda baca juga ikut menjadi perhatian kita sebagai penulis.

Selain itu penggunaan ejaan dan pemilihan kata (diksi) juga perlu menjadi acuan kita. Jangan sampai kita salah menggunakan kata sehingga membuat salah pemahaman orang yang membacanya, sebagimana hal ini menjadi prasyarat dalam menulis jurnal internasional.

Untuk penggunaan Bahasa, semua tergantung pada segmentasi pembaca tulisan kita dan media yang sekiranya akan memuat tulisan kita. Tentu saja Bahasa yang dipakai di dalam media online yang berisi kehidupan anak muda berbeda dengan Bahasa yang digunakan pada surat kabar nasional yang kebanyakan memuat isu politik dan pemerintahan.

Periksa kemanfaatan tulisan kita

Sebelum mempublikasikan, periksa dulu apakah ada manfaat yang akan diambil oleh pembaca. Jika dalam tulisan kita tidak menemukan manfaatnya, sebaiknya tulisan kita tidak perlu kita publikasikan. Namun demikian, jarang ada tulisan yang tidak ada manfaatnya. Yang perlu kita lakukan adalah menggali manfaat yang tertuang di dalamnya.

Memilih media publikasi

Dengan tersedianya banyak media dewasa ini, tentu kita perlu selektif memilih media yang kita harapkan akan memuat karya kita. Kesesuaian antara isi tulisan kita dengan media menjadi hal yang mutlak. Pemilihan media berkaitan dengan kemungkinan tulisan kita akan dimuat atau tidak.  Jika kita membuat artikel mengenai turotial memanjangkan bulu mata, tentu saja kita tidak akan mengirimkannya di majalah politik, bukan?

Jangan menulis kebohongan (hoax)

Selalu ingat bahwa apa yang kita tuliskan akan dibaca oleh orang banyak yang kemungkinan dapat mempengaruhi orang tersebut. Oleh karenanya selalu validasi kebenaran dari apa yang kita tuliskan apalagi genre artikel bukanlah karya tulis fiksi.

Sertakan ilustrasi yang relevan

Gambar atau ilustrasi membuat artikel yang kita tuliskan semakin menarik. Dewasa ini, sebagian besar media yang memuat artikel pasti akan menyertakan gambar, Tetapi perlu digarisbawahi bahwa gambar bisa saja memiliki hak cipta sehingga usahakan menggunakan gambar pribadi saja. Jika tidak ada, kita bisa menggunakan gambar dari internet namun dengan mencantumkan situs asalnya

Terbuka dengan kritik dan saran

Pada akhirnya kita perlu siap dengan segala kritik dan saran yang akan muncul sebagai dampak dari dipublikasikannya tulisan kita. Tentu saja tidak semua kritik yang masuk tersebut merupakan kritik yang membangun, ada juga yang akan mencaci tulisan kita.

Sebagai penulis, yang perlu kita lakukan adalah tetap berpikiran positif. Jadikan saran dan kritik yang membangun sebagai acuan untuk menulis lebih baik lagi, sementara untuk hal yang negative dapat kita abaikan.

Demikian tadi beberapa langkah untuk dapat menulis artikel dengan baik. Jangan cepat putus asa karena tulisan kita tidak dapat dimuat atau dikomentari negartif. Yang perlu kita lakukan sebagai penulis adalah dengan tetap menulis. Semakin lama tulisan kita tentu akan semakin baik. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman- teman yang ingin memulai untuk menulis artikel yang kaya informasi dan menarik.

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Twitter

/* Fetch any embeddable Twitter object from the OEmbed API */ let oembedResponse = await fetch(new Request('https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/jack/status/20')); let oembedTweet = oembedResponse.json();
shares