Select Page

Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Pengumpulan Data Kualitataif

Data penelitian kualitatif adalah ketika pernyataan deskriptif dapat dibuat tentang subjek berdasarkan pengamatan, wawancara atau evaluasi. Salah satu cara untuk mengingat ini adalah bahwa kata kualitatif mirip dengan kualitas kata, yang merupakan komponen kunci dari data kualitatif. Informasi yang dikumpulkan dari data kualitatif kemudian dianalisis untuk mencari tema umum. Kebalikan dari ini adalah data penelitian kuantitatif, yaitu data yang menggunakan angka.

Data kualitatif tidak persis seperti data kuantitatif, jadi tidak ada jawaban pasti dalam kualitatif sepanjang waktu. Kadang-kadang bisa relatif, yang berarti bahwa jawabannya mungkin berbeda dari orang ke orang tergantung pada perspektif mereka. Dalam sebuah penelitian, data kualitatif dapat diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan, untuk memperjelas pemahaman kita tentang beragam metode tersebut, artikel ini akan mengulas tentang metode pengumpulan data kualitatif.

Data Kualitatif

Data kualitatif dapat diamati dan dicatat. Tipe data ini bersifat non-numerik. Jenis data ini dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara satu-satu, melakukan diskusi kelompok terfokus dan metode serupa. Data kualitatif dalam statistik juga dikenal sebagai data kategori, yaitu data yang dapat disusun secara kategoris berdasarkan atribut dan sifat suatu benda atau suatu fenomena.

Misalnya, seorang siswa membaca paragraf dari sebuah buku selama salah satu sesi kelas. Guru yang mendengarkan bacaan memberikan umpan balik tentang bagaimana siswa tersebut membaca paragraf itu. Jika guru memberikan umpan balik berdasarkan kelancaran, intonasi, kejelasan dalam pengucapan tanpa memberi nilai kepada anak, ini dianggap sebagai contoh data kualitatif.

Sangat mudah untuk memahami perbedaan antara data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif tidak menyertakan angka dalam definisi sifatnya sedangkan data kuantitatif adalah tentang angka.

Data kualitatif penting dalam menentukan frekuensi sifat atau karakteristik tertentu. Hal ini memungkinkan ahli statistik atau peneliti untuk membentuk parameter melalui sekumpulan data yang lebih besar yang dapat diamati.

Pengertian Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan data naratif atau deskriptif yang menjelaskan tentang kualitas suatu fenomena. Kualitas suatu fenomena merupakan informasi yang tidak bisa diukur secara numerik. Beberapa contoh data kualitatif adalah warna kulit dan warna mata.

Kelebihan data kualitatif yaitu dapat memberikan pemahaman tentang perspektif dan kebutuhan objek yang diteliti;  dapat membantu mendukung atau menjelaskan hasil yang ditunjukkan dalam analisis kuantitatif; sumber informasi terperinci yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku.

Akan tetapi, data kualitatif juga memiliki keterbatasan yaitu terkadang dapat berfungsi dengan baik pada populasi yang lebih kecil, yang mungkin tidak mewakili demografi yang lebih besar; analisis data memakan waktu lebih lama; analisis bisa bersifat subjektif; ada potensi bias evaluator dalam analisis/pengumpulan data.

Pengertian Data Kualitatif Menurut Para Ahli

Adapun pengertian data kualitatif menurut para ahli, antara lain:

Safeopedia

Data kualitatif  merupakan semua jenis informasi yang dapat diamati dan dicatat yang tidak bersifat numerik. Dokumen tertulis, wawancara, dan berbagai bentuk observasi di lapangan adalah semua sumber data kualitatif.

Penggunaan data kualitatif mungkin lebih disukai diabnding data kuantitatif dalam kasus di mana hasil kuantitatif terlalu bervariasi untuk membentuk tren atau pola yang koheren, jika variabel yang dianalisis sulit untuk diungkapkan dalam istilah numerik, atau jika ukuran sampel untuk data terlalu kecil untuk memberikan hasil kuantitatif yang berarti.

Sementara data kuantitatif sering dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan formula yang standar, data kualitatif bergantung pada pengamatan subyektif dari sumber data. Karena penekanan pada analisis subjektif ini, interpretasi data kualitatif bergantung pada keahlian individu yang menganalisis data.

Science Notes

Data kualitatif adalah informasi deskriptif tentang karakteristik yang sulit untuk ditentukan atau diukur atau tidak dapat diungkapkan secara numerik. Contoh data kualitatif yaitu perasaan dan emosi, tekstur, rasa, warna (kecuali bisa ditulis sebagai panjang gelombang cahaya tertentu), ungkapan lebih/kurang, jelek/cantik, gemuk/kurus, sehat/sakit-sakitan.

Metode Pengumpulan Data Kualitatif

Metode pengumpulan data kualitatif bersifat eksploratif dan terutama berkaitan dengan wawasan dan pemahaman tentang alasan dan motivasi yang mendasarinya. Metode pengumpulan data kualitatif muncul setelah diketahui bahwa metode pengumpulan data kuantitatif tradisional tidak mampu mengekspresikan perasaan dan emosi manusia.

Monette et al (2010) mengemukakan metode pengumpulan data kualitatif melalui pengakuan abstraksi dan generalisasi. Polonsky dan Waller (2011) mengkategorikan visi, gambar, bentuk dan struktur di berbagai media, serta kata lisan dan cetak dan merekam suara ke dalam metode pengumpulan data kualitatif.

Hal yang perlu dicatat bahwa metode kualitatif seringkali dianggap sebagai penyedia data yang kaya tentang orang dan situasi kehidupan nyata dan menjadi lebih mampu memahami perilaku dalam konteks yang lebih luas. Namun, penelitian kualitatif sering dikritik karena kurang bersifat general, terlalu bergantung pada interpretasi subjektif peneliti dan tidak mampu dilakukan replikasi oleh peneliti berikutnya.

Pengumpulan data kualitatif bersifat eksploratif, melibatkan analisis mendalam dalam penelitian. Metode pengumpulan data kualitatif terutama difokuskan untuk mendapatkan wawasan, penalaran, dan motivasi sehingga penelitian lebih mendalam. Karena data kualitatif tidak dapat diukur, ini mengarah pada preferensi untuk metode atau alat pengumpulan data yang terstruktur hingga batas tertentu.

Berikut adalah metode pengumpulan data kualitatif:

Wawancara

Pengertian wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Metode ini yang paling umum digunakan untuk penelitian kualitatif, terutama karena pendekatan personalnya.

Pewawancara atau peneliti mengumpulkan data langsung dari orang yang diwawancara satu per satu. Pertanyaan yang diajukan sebagian besar adalah pertanyaan terbuka, spontan, pewawancara membiarkan wawancara mengalir untuk mendiktekan pertanyaan berikutnya yang akan ditanyakan.

Seiring berkembangnya teknologi, wawancara dapat dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi menjadi 2 kategori, yaitu:

Wawancara terstruktur

Dalam wawancara ini, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Peneliti sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis, dan juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.

Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, tapi hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.

Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Disscusion/FGD)

Diskusi Kelompok terfokus (FGD) adalah cara yang baik untuk mengumpulkan orang-orang dari latar belakang atau pengalaman serupa untuk membahas topik tertentu yang menarik. Kelompok peserta dipandu oleh moderator (atau fasilitator kelompok) yang memperkenalkan topik untuk diskusi dan membantu kelompok untuk berpartisipasi dalam diskusi. Kelompok ini terbatas pada 6-10 orang.

FGD memungkinkan peserta diskusi untuk setuju atau tidak setuju satu sama lain sehingga memberikan wawasan tentang bagaimana kelompok berpikir tentang suatu masalah, tentang rentang pendapat dan ide, dan ketidakkonsistenan dan variasi yang ada dalam komunitas tertentu, dalam hal keyakinan dan pengalaman dan praktik mereka.

FGD dapat digunakan untuk mengeksplorasi makna temuan survei yang tidak dapat dijelaskan secara statistik, berbagai pendapat/pandangan tentang suatu topik yang menarik dan untuk mengumpulkan berbagai macam istilah lokal. Dalam menjembatani penelitian dan kebijakan, FGD dapat berguna dalam memberikan wawasan tentang perbedaan pendapat di antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses perubahan, sehingga memungkinkan proses untuk dikelola lebih lancar. Ini juga merupakan metode yang baik untuk digunakan sebelum mendesain kuesioner.

Studi Dokumentasi

Metode ini menggunakan dokumen yang sudah ada dan sumber informasi serupa sebagai sumber data. Data ini dapat digunakan dalam penelitian baru. Metode ini dilakukan dengan membaca buku dan bahan referensi lainnya untuk mengumpulkan data yang relevan yang mungkin dapat digunakan dalam penelitian atau dengan menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri.

Sebagian besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi, yang dapat berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Data yang diperoleh melalui metode ini memiliki sifat utama yaitu tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam.

Terdapat beragam bahan documenter, diantaranya yaitu yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

Observasi

Observasi adalah salah satu alat penting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif. Observasi tersebut didasarkan pada tujuan dan rumusan masalah dalam penelitian. Berdasarkan keterlibatan antara partisipasi dan pengamatan, observasi dapat dibedakan menjadi empat tipe, yaitu :

Partisipan sempurna

Dalam hal ini peneliti terlibat secara penuh dengan masyarakat yang sedang diamatinya.

Partisipan sebagai pengamat

Dalam hal ini eneliti berpartisipasi dalam aktivitas di tempat penelitian.

Nonpartisipan/pengamat sebagai partisipan

Dalam hal ini peneliti merupakan outsider dari kelompok yang sedang diteliti, menyaksikan dan membuat catatan lapangan dari kejauhan.

Pengamat sempurna

Dalam hal ini peneliti tidak terlihat atau diketahui oleh masyarakat yang sdang diteliti.\

Penelitian longitudinal

Metode pengumpulan data ini dilakukan pada sumber data yang sama berulang kali selama jangka waktu yang panjang. Ini adalah metode penelitian observasional yang berlangsung selama beberapa tahun dan dalam beberapa kasus dapat berlangsung selama beberapa dekade. Tujuan dari metode pengumpulan data ini adalah untuk menemukan korelasi melalui studi empiris bidang studi dengan ciri-ciri umum.

Studi kasus

Dalam metode ini, data dikumpulkan dan dianalisis mendalam. Keserbagunaan metode ini ditunjukkan dalam penggunannya untuk menganalisis subjek yang sederhana dan kompleks. Kekuatan metode ini adalah bagaimana secara bijaksana menggunakan kombinasi dari satu atau lebih metode pengumpulan data kualitatif untuk menarik kesimpulan.

Nah, itulah tadi pembahasan secara lengkapnya dari ArenaLomba tentang pengertian metode pengumpulan data kualitatif, macam, dan contohnya. Semoga hadirnya artikel ini ya bisa memberikan referensi serta menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Trimakasih,

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Twitter

/* Fetch any embeddable Twitter object from the OEmbed API */ let oembedResponse = await fetch(new Request('https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/jack/status/20')); let oembedTweet = oembedResponse.json();
shares