Select Page

Pengertian Penelitian Kualitatif, Macam, Ciri, dan Contohnya

Pengertian Penelitian Kualitatif, Macam, Ciri, dan Contohnya

Penelitian Kualitatif Adalah

Penelitian kualitatif adalah metode observasi ilmiah untuk mengumpulkan data non-numerik, yang mengacu pada makna, definisi konsep, karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi hal-hal dan bukan pada jumlah atau ukuran. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan di banyak disiplin akademis, dengan fokus terutama pada elemen humanis dari ilmu sosial dan alam; serta daiplikasikan pada berbagai bidang lainnya, termasuk riset kualitatif tentang pasar, bisnis, demonstrasi layanan nirlaba, dan jurnalisme.

Tujuan dari proyek penelitian kualitatif dapat bervariasi tergatung latar belakang disiplin ilmu. Misalnya, seorang psikolog yang mencari pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan alasan yang mengatur perilaku tersebut. Metode kualitatif  berupaya untuk mengkaji beragam pertanyaan mengapa dan bagaimana tentang pengalaman manusia, misalnya dalam membuat keputusan (bukan hanya apa, di mana, kapan, atau “siapa“). Untuk memperjelas pemahaman kita tentang penelitian kualitatif, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, macam, ciri, dan contoh penelitian kualitatif.

Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah suatu proses penyelidikan naturalistik yang mencari pemahaman mendalam tentang fenomena sosial dalam lingkungan alaminya. Ini berfokus pada “mengapadaripadaapa” dari fenomena sosial dan bergantung pada pengalaman langsung manusia sebagai agen pembuat makna dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tiga bidang fokus utama adalah individu, masyarakat dan budaya, serta bahasa dan komunikasi. Meskipun ada banyak metode penyelidikan dalam penelitian kualitatif, asumsi umum adalah bahwa pengetahuan bersifat subjektif daripada obyektif dan bahwa peneliti belajar dari para objek yang diteliti untuk memahami makna hidup mereka. Untuk memastikan ketelitian dan kepercayaan, peneliti berusaha untuk mempertahankan posisi netralitas saat terlibat dalam proses penelitian.

Pengertian Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengumpulkan dan mengolah data non-numerik dan yang berusaha untuk menafsirkan makna dari data ini yang membantu kita memahami kehidupan sosial melalui studi terhadap populasi atau tempat yang ditargetkan.

Orang sering membingkainya bertentangan dengan penelitian kuantitatif, yang menggunakan data numerik untuk mengidentifikasi tren skala besar dan menggunakan statistik untuk menentukan hubungan kausal dan korelasi antara variabel.

Penelitian kualitatif dirancang untuk mengungkapkan makna yang menginformasikan tindakan atau hasil yang biasanya diukur dengan penelitian kuantitatif. Jadi, peneliti kualitatif menyelidiki makna, interpretasi, simbol, dan proses dan hubungan kehidupan sosial. Yang dihasilkan oleh jenis penelitian ini adalah data deskriptif,  yang kemudian diinterpretasikan oleh peneliti dengan menggunakan metode yang sistematis untuk menyalin, mengkodekan, dan menganalisis tren dan tema.

Karena fokusnya adalah kehidupan sehari-hari dan pengalaman orang, penelitian kualitatif cocok untuk menciptakan teori baru menggunakan metode induktif, yang kemudian dapat diuji dengan penelitian lebih lanjut.

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Adapun definisi pengertian kualitatif menurut para ahli, antara lain:

Moleong (2007:6)

Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

David Williams (1995) seperti yang dikutip Moleong (2007:5)

Penelitian kualitatif yaitu pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah.

Koentjaraningrat (1993:89)

Format desain penelitian kualitatif terdiri atas tiga model, yaitu format deskriptif, format verifikasi, dan format grounded research. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi .

Macam Penelitian Kualitatif

Berikut adalah jenis-jenis penelitian kualitatif, yaitu:

Fenomenologi

Kata fenomenologi berasal kata dari bahasa Yunani, phainomenon yang artinya “penampakan diri” dan logos yang artinya “akal”. Studi ini mengkhususkan kajian pada fenomena dan realitas yang tampak untuk mengkaji penjelasan di dalamnya.

Fenomenologi sendiri mempunyai dua makna yaitu sebagai filsafat sains dan sebagai metode penelitian, yang memiliki tujuan untuk mencari arti atau makna dari pengalaman yang ada dalam kehidupan. Fenomenologi berupaya menggali data untuk menemukan makna dari hal-hal yang mendasar dan esensial dari suatu fenomena, realitas, atau pengalaman yang dialami oleh objek penelitian.

Penelitian ini dapat dimulai dengan memperhatikan dan menelaah fokus fenomena yang akan diteliti, melihat berbagai aspek subjektif dari perilaku objek. Selanjutnya, peneliti melakukan penggalian data tentang objek memberikan pemaknaan atau arti terhadap fenomena terkait.

Penggalian data fenomenologi dilakukan melalui wawancara mendalam kepada objek atau informan dalam penelitian, dan observasi langsung mengenai bagaimana objek peneltiian menginterpretasikan pengalamannya kepada orang lain.

Etnografi

Penelitian etnografi adalah metode observasi paling mendalam untuk mempelajari orang-orang di lingkungan alami mereka. Metode ini mengharuskan para peneliti untuk beradaptasi dengan lingkungan target objek yang diteliti, yang bisa berada di mana saja dari organisasi di kota atau lokasi terpencil. Di sini kendala geografis dapat menjadi masalah saat mengumpulkan data.

Kajian etnografi mempunyai dua dasar konsep yang menjadi landasan penelitian, yaitu aspek budaya (antropologi) dan bahasa (linguistik), dimana bahasa dipandang sebagai sistem penting yang berada dalam budaya masyarakat.

Metode ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam budaya serta digunakan untuk berkomunikasi individu di dalamnya, serta melihat bagaimana bentuk dan fungsi bahasa tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Metode etnografi juga dapat menginterpretasikan kelompok sosial, sistem yang berlaku dan peran yang dijalankan, serta interaksi sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. Metode etnografi biasanya berfokus pada kegiatan atau ritual tertentu dalam masyarakat, bahasa, kepercayaan, cara-cara hidup, dan lain sebagainya. Alih-alih mengandalkan wawancara dan diskusi, peneliti mengalami pengaturan alami secara langsung.

Jenis metode penelitian ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa tahun, karena melibatkan observasi mendalam dan mengumpulkan data dengan alasan tersebut. Ini adalah metode yang menantang dan memakan waktu dan hanya bergantung pada keahlian peneliti untuk dapat menganalisis, mengamati, dan menyimpulkan data.

Studi Kasus

Penelitian studi kasus digunakan dalam sejumlah bidang seperti pendidikan, ilmu sosial dan sejenisnya. Metode ini mungkin terlihat sulit untuk dioperasikan, namun, ini adalah salah satu cara paling sederhana dalam melakukan penelitian karena melibatkan penyelaman mendalam dan pemahaman mendalam tentang metode pengumpulan data dan menyimpulkan data.

Metode ini meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada suatu kesatuan sistem yang dapat berupa suatu program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang ada pada keadaan atau kondisi tertentu.

Dikarenakan kajiannya adalah hal yang khusus, penelitian ini bukan untuk menarik kesimpulan terhadap fenomena dari suatu populasi atau kumpulan tertentu melainkan khusus untuk kejadian atau fenomena yang diteliti saja.

Meskipun mencakup satu kesatuan sistem, penelitian studi kasus tidak harus meneliti satu orang atau idnividu saja, tapi bisa beberapa orang atau objek yang mempunyai satu kesatuan fokus fenomena yang akan diteliti.

Untuk memperoleh data yang mendalam, penelitian studi kasus menggunakan teknik wawancara, observasi, sekaligus studi dokumenter yang kemudian akan dianalisis menjadi suatu teori. Studi kasus berupaya untuk memahami, menelaah, dan kemudian menafsirkan makna yang didapat dari fenomena yang diteliti.

 Metode Historis

Metode historis merupakan penelitian yang mempunyai fokus penelitian berupa peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu dan melakukan rekonstruksi masa lalu dengan sumber data atau saksi sejarah yang masih ada hingga saat ini.

Sumber data dapat diperoleh dari berbagai catatan sejarah, artifak, laporan verbal, maupun saksi hidup yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran persaksiannya. Ciri khas penelitian historis adalah waktu karena mengkaji peristiwa yang sudah berlalu; dimana fenomena dilihat perkembangan atau perubahannya berdasarkan pergeseran waktu.

Konsep dasar dalam metode ini adalah waktu, sehingga perlu diperhatikan dengan lebih teliti mengenai urutan peristiwa dan waktu-waktunya dengan detail dan jelas.

Ciri lain metode historis yaitu kajian penelitian lebih banyak bergantung pada data observasi orang lain yang sudah terlebih dahulu melakukan penelitian, bukan hanya data observasi milik peneliti itu sendiri. Sumber data yang digunakan juga harus bersifat objektif, sistematis, akurat, serta otentik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta berasal dari sumber yang tepat.

Metode Teori Dasar (Grounded Theory)

Metode teori dasar ialah penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu teori atau menguatkan teori yang sudah ada dengan mengkaji prinsip dan kaidah dasar yang ada lalu dibuat kesimpulan dasar yang membentuk prinsip dasar dari suatu teori. Apabila menggunakan metode ini, peneliti perlu memilah mana fenomena yang dapat dikatakan fenomena inti dan mana yang bukan untuk dapat diambil dan dibentuk suatu teori.

Pengumpulan data metode ini dilakukan melalui wawancara, studi lapangan, observasi, pembandingan antara kategori, fenomena, dan situasi berdasarkan berbagai penilaian, seperti kajian induktif, deduktif, dan verifikasi hingga datanya bersifat jenuh. Data yang telah diperoleh dapat diolah dengan serangkaian teknik pengkodean terbuka dan aksial untuk mengidentifikasi tema dan membangun teori. Ukuran sampel seringkali juga lebih besar — ​​antara 20 hingga 60.

Apabila studi fenomenologi berupaya untuk menggambarkan esensi dari suatu kegiatan atau peristiwa, grounded theory berupaya untuk memberikan penjelasan atau teori di balik peristiwa.

Ciri Penelitian Kualitatif

Adapun ciri-ciri pokok penelitian kualitatif diantaranya yaitu:

  1. Naturalistic inquiry, artinya penelitian kualitatif mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah, tidak melakukan manipulasi, terbuka pada apapun yang timbul.
  2. Inductive analysis, artinya penelitian kualitatif mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan  kategori, dimensi, dan kesaling hubungan.
  3. Holistic perspective, artinya penelitian kualitatif mempelajari seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang kompleks lebih dari sekedar penjumlahan bagian-bagiannya.
  4. Qualitative data, artinya penelitian kualitatif menyajikan deskripsi terinci atau mendalam
  5. Personal contact and insight, artinya peneliti mempunyai hubungan langsung dan bergaul erat dengan orang-orang, situasi dan gejala yang sedang dipelajari.
  6. Dynamic systems, artinya penelitian kualitatif harus memperhatikan proses; menganggap perubahan bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan.
  7. Unique case orientation, artinya penelitian kualitatif menganggap setiap kasus bersifat khusus dan khas.
  8. Context Sensitivity, artinya penelitian kualitatif menempatkan temuan dalam konteks sosial, historis dan waktu.
  9. Emphatic Netrality, artinya penelitian kualitatif dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat empati.
  10. Design flexibility, artinya desain penelitian kualitatif desain bersifat fleksibel, terbuka beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku)

Moleong mengemukakan 11 karakteristik penelitian kualitatif, antara lain:

  1. Latar alamiah, artinya penelitian dilakukan pada situasi alamiah dalam suatu keutuhan.
  2. Manusia sebagai alat, artinya manusia/peneliti merupakan alat pengumpulan data yang utama.
  3. Metode kualitatif, artinya metode yang digunakan adalah metode kualitatif.
  4. Anslisa data secara induktif, artinya mengacu pada temuan lapangan.
  5. Teori dari dasar/grounded theory, artinya menuju pada arah penyusunan teori berdasarkan data.
  6. Deskriptif, artinya data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka.
  7. Lebih mementingkan proses daripada hasil.
  8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus, yaitu batas penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalajh dalam penelitian.
  9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, artinya mempunyai versi lain tentang validitas, reliabilitas dan obyektivitas.
  10. Desain yang bersifat sementara, artinya desain penelitian terus berkembang sesuai dengan kenyataan lapangan.
  11. Hasil penelitiaan dirundingkan dan disepakati bersama, artinya hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama antar peneliti dengan sumber data.

Contoh Penelitian Kualitatif

Berikut ini terdapat beberapa contoh judul dalam penelitian kualitatif yaitu:

  1. Modal Sosial Di Komunitas Yogyakarta Leisure Community
  2. Konstruksi Identitas Kampung Digital (studi Tentang Pembentukan Identitas Baru Masyarakat Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman Yogyakarta)
  3. Telecenter Sebagai Media Pemberdayaan Masyarakat Informasi (Studi Di Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun)
  4. Pemahaman Baru Pembajakan Digital Dalam Budaya Mengopi (Praktik Dan Implikasi Budaya Mengopi Video Di Warnet Di Yogyakarta)
  5. Menyingkap Kuasa Budaya: Mengakarnya Dominasi Nahdlatul Ulama Dalam Demokratisasi Di Banyumas
  6. Makna Simbol Akulturasi Nilai-nilai Budaya Jawa-cina Dalam Batik Pekalongan
  7. Struktur Dan Kultur Pembangkangan Komunal: Kasus Pelarangan Kapal Cantrang Di Perairan Jawa Utara

Nah, itulah tadi teman-temen bahasan dari arenalomba tentang pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli, macam, ciri, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan ya serta referensi mendalam bagi pembaca. Trimakasih,

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Twitter

/* Fetch any embeddable Twitter object from the OEmbed API */ let oembedResponse = await fetch(new Request('https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/jack/status/20')); let oembedTweet = oembedResponse.json();
shares