Select Page

Pengertian Debat, Unsur Unsur, Ciri, Struktur, Jenis, dan Tata Caranya

Pengertian Debat, Unsur Unsur, Ciri, Struktur, Jenis, dan Tata Caranya

Debat Adalah

Debat adalah proses yang melibatkan diskusi formal tentang topik tertentu. Perdebatan terjadi dalam pertemuan publik, lembaga akademis, dan dewan legislatif. Ini merupakan jenis diskusi formal yang melibatkan moderator dan audiens, di samping peserta debat itu sendiri. Konsistensi logis, akurasi faktual dan beberapa tingkat daya tarik emosional kepada audiens adalah elemen dalam perdebatan. Dalam kontes debat formal, ada aturan bagi peserta untuk mendiskusikan dan memutuskan perbedaan. Contoh perdebatan formal misalnya antara kandidat untuk jabatan terpilih, seperti debat pimpinan.

Perdebatan juga dilakukan untuk tujuan pendidikan dan rekreasi, biasanya dikaitkan dengan lembaga pendidikan dan debat masyarakat. Ada juga perdebatan yang sifatnya informal untuk forum yang relatif umum, yang ditunjukkan oleh acara TV. Hasil dari sebuah kontes perdebatan dapat diputuskan oleh suara penonton, oleh hakim, atau kombinasi dari keduanya. Untuk mempejelas pemahaman kita tentang debat, artikel ini akan mengulas tentang pengertian debat, unsur, ciri, struktur, jenis, dan tata caranya.

Debat

Perdebatan adalah kegiatan di mana dua pandangan yang berlawanan diajukan, menggunakan argumen yang valid untuk meyakinkan audiens tentang posisi yang didukung.

Debat dalam berbagai bentuk memiliki sejarah yang panjang dan dapat ditelusuri kembali pada perdebatan filosofis dan politik di zaman Yunani Kuno, seperti demokrasi Athena, bentuk-bentuk perdebatan modern dan adanya debat dalam masyarakat yang terjadi selama Zaman Pencerahan di abad ke-18.

Di lingkungan sekolah, perdebatan adalah alat yang dinamis untuk mengembangkan mata pelajaran dan untuk melatih ketrampilan berbicara di depan umum. Masing-masing tim yang akan berdebat mengumpulkan informasi untuk membela atau menyerang ide tertentu. Pertama, peserta dievaluasi oleh dewan juri dan kemudian oleh guru.

Perdebatan politik sangat populer selama kampanye pemilihan umum. Dua kandidat maju dalam perdebatan dengan proposal masing-masing, yang mereka pertahankan melalui eksposisi alasan dan manfaat yang membenarkan proposal tersebut.

Pengertian Debat

Debat adalah diskusi formal, misalnya di parlemen atau lembaga, di mana orang mengekspresikan pendapat berbeda tentang subjek tertentu dan kemudian memilihnya.

Suatu kegiatan dapat dikatakan bahwa itu debat jika orang memperdebatkan suatu topik, mereka mendiskusikannya secara formal dan mengedepankan pandangan yang berbeda.

Perdebatan menjadi populer karena dapat menangani permasalahan yang kompleks dengan pihak yang saling bertentangan, dan formatnya yang visceral (mendalam) dapat menambah rasa dan nuansa pada poin-poin yang diperdebatkan. Selain itu, pembicara tidak boleh membosankan dalam sebuah debat karena tujuannya adalah untuk membujuk orang.

Pengertian Debat Menurut Para Ahli

Adapun pengertian debat menurut para ahli, diantaranya yaitu:

Hendri Guntur Tarigan “Retorika 1990:120”

Debat dapat diartikan sebagai saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

Sukadi

Debat saling saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Oxford Dictionaries

Debat adalah diskusi formal tentang masalah tertentu dalam pertemuan publik atau dewan legislatif, di mana argumen yang berlawanan diajukan dan yang biasanya diakhiri dengan pemungutan suara.

Unsur-unsur Debat

Di dalam suatu perdebatan terdapat beberapa unsur, diantaranya yaitu :

  1. Mosi, ialah hal atau topik yang diperdebatkan.
  2. Tim Afirmatif, ialah tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan (mosi).
  3. Tim Negatif / Oposisi, ialah tim yang tidak setuju / menentang mosi.
  4. Tim Netral, ialah tim yang memberikan argumen 2 sisi, baik berupa dukungan maupun sanggahan terhadap mosi.
  5. Moderator, ialah orang yang memimpin dan memandu jalannya perdebat
  6. Penulis, ialah orang yang menulis kesimpulan suatu debat.

Ciri Debat

Debat memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Terdapat dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang dari tim affirmatif (pihak yang menyetujui mosi / topik) dan dari tim negatif atau oposisi (pihak yang tidak menyetujui topik),
  2. Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak,
  3. Terjadinya saling adu argumentasi atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan,
  4. Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan,
  5. Ada pihak yang memiliki peran sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.

Perdebatan harus memiliki karakteristik sebagai berikut:

Informatif

Debat yang baik menyajikan informasi lengkap dan faktual. Debat seharusnya memberi tahu publik tentang apa yang harus mereka ketahui, untuk mendidik masyarakat, dan untuk membantu mereka mencapai pemahaman logis tentang fakta-fakta.

Kelogisan Argumen

Argumen yang diajukan dalam perdebatan harus logis, relevan, kompeten, dan dijelaskan dengan baik. Argumen harus menunjukkan kaitan langsung pada topik yang diperdebatkan. Argumen harus mendukung inti yang akan membantu tim membuktikan klaim mereka.

Argumen yang diajukan harus dapat diterima oleh rata-rata orang yang memiliki analisis rata-rata dari masalah yang disajikan. Semua pertanyaan yang akan mengarah pada kesimpulan perdebatan harus diklarifikasi, dijawab, dan dianalisis. Pembicara debat harus membuat semua poin mereka jelas dan dapat dimengerti.

Persuasif

Perdebatan harus memberikan penekanan dan kekuatan untuk argumen kuat yang membutuhkan dukungan rakyat. Untuk meyakinkan orang-orang dalam posisi yang didukung para pendukung debat, para debat harus berani mempresentasikan isu-isu mereka. Debaters harus membangun hubungan dengan audiens mereka dan membantu mereka mengikuti poin yang diangkat oleh debat.

Tertib

Sebuah perdebatan harus mengikuti format tertentu yang akan mengatur proses debat dan perilaku selama debat. Peraturan tersebut antara lain mengatur tugas masing-masing pembicara dan batas waktu yang dialokasikan untuk masing-masing. Pidato harus disusun, terstruktur dan disajikan dalam bentuk metodologis.

Dinamis

Karena dalam perdebatan, dua tim menyajikan pandangan yang bertentangan, mengatakan pandangan harus direspon oleh kedua tim masing-masing. Semua poin penting harus dipertanyakan dan dijawab oleh masing-masing tim dan tim harus langsung berbenturan dengan poin yang diangkat oleh lawan mereka. Setiap pembicara harus berkontribusi dan menanggapi persyaratan dan kebutuhan perdebatan.

Struktur Debat

Struktur debat yang baik yaitu sebagai berikut:

Pengenalan

Pada tahap pengenalan, setiap tim (baik itu tim afirmasi, tim negatif, ataupun tim netral) akan diminta untuk memperkenalkan diri.

Penyampaian argumentasi

Setelah memperkenalkan diri, masing-masing tim menyampaikan argumennya tentang topik yang diperdebatkan, mulai dari tim afirmasi, tim oposisi, hingga tim netral.

Debat

Pada tahap ini, setiap tim diberi kesempatan untuk mengomentari tim lain.

Simpulan

Pada tahap ini, masing-masing tim mengutarakan kalimat penutup terhadap pernyataan topik sesuai dengan posisi yang dimilikinya.

Jenis Debat

Terdapat beberapa jenis debat, yaitu:

Debat Parlementer / Debat Majelis ( assembly or parlementary debating )

Debat ini bertujuan agar dapat memberi dan menambahkan dukungan bagi sebuah undang-undang tertentu dan seluruh anggota yang ingin menyatakan pandangan dan juga pendapatnya juga berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapatkan izin dari majelis.

Debat Pemeriksaan ulangan dalam mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)

Debat ini bertujuan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu sama lain saling erat berhubungan, yang akan menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang ingin ditegakkan dan diperkokoh oleh sang penanya.

Debat Formal, Debat Konvesional, atau Debat Pendidikan ( Formal, Conventional, or Educational debating )

Debat ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar dengan sejumlah argumen yang menunjang ataupun yang membantah suatu usulan. Masing-masing pihak diberi waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan juga bantahan.

Debat kompetitif dalam bidang pendidikan berbeda dengan debat sebenarnya di parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan, tetapi lebih diarahkan untuk dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, misalnya kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, kemampuan untuk mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan dalam berbahasa asing (jika debat dilakukan dalam bahasa asing).

Tata Cara Debat

Dalam melakukan perdebatan, terdapat tata cara yang harus diikuti agar perdebatan berjalan dengan baik dan benar. Tata cara tersebut yaitu:

  1. Pertanyaan diajukan secara profesional. Tidak menghina, merendahkan, atau memberi komentar yang menyerang pihak tertentu.
  2. Berbicara dengan jelas, tidak terbata-bata agar bisa dimengerti oleh orang lain.
  3. Berfokus pada pendapat lawan. Kita juga dapat mencari tahu apa kelemahan dan kelebihan tim lawan. Hal tersebut penting untuk dilakukan demi menjatuhkan pendapat lawan.
  4. Membatasi argumen, maksimal tiga poin saja.
  5. Menggunakan logika dalam menyusun dan menyampaikan argumen.
  6. Menggunakan kesalahan umum dalam berpikir seperti kesalahan logis untuk menentang pendapat lawan.
  7. Tidak lupa untuk menyampaikan sejumlah fakta atau data yang memang berhubungan dan mendukung argumenmu.
  8. Ketika berdebat, akan ada tahap kesimpulan. Pergunakan kesempatan tersebut sebagai kesempatan untuk menyangkal atau menjatuhkan pendapat lawan.

Nah, itulah tadi pembahasan lengkapnya dari ArenaLomba mengenai pengertian debat menurut para ahli, unsur, ciri, struktur, jenis, dan tata caranya. Semoga artikel ini bisa memberikan referensi serta pembahasan mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Twitter

/* Fetch any embeddable Twitter object from the OEmbed API */ let oembedResponse = await fetch(new Request('https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/jack/status/20')); let oembedTweet = oembedResponse.json();
shares