Select Page

Pengertian Puisi, Ciri, Jenis, Unsur, dan Strukturnya

Pengertian Puisi, Ciri, Jenis, Unsur, dan Strukturnya

Puisi Adalah

Puisi (istilah yang berasal dari bahasa Yunani, poiesis,  yang artinya “membuat”) yaitu bentuk sastra yang menggunakan kualitas estetik dan ritmik. Menulis puisi menggunakan bentuk dan konvensi untuk menyatakan interpretasi yang berbeda terhadap kata-kata, atau untuk membangkitkan tanggapan emotif.

Puisi memiliki sejarah yang panjang. Beberapa puisi yang ditulis paling awal di Afrika dapat ditemukan pada Teks Piramida yang ditulis selama abad ke-25 SM. Puisi awal di benua Eurasia berevolusi dari lagu-lagu rakyat seperti Shijing Cina, atau dari kebutuhan untuk menceritakan epos lisan, seperti dengan Veda Sanskrit, Gathas Zoroaster, dan epos Homer, Iliad dan Odyssey. Upaya Yunani Kuno untuk mendefinisikan puisi, berfokus pada penggunaan pidato dalam retorika, drama, lagu, dan komedi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang puisi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, ciri-ciri, jenis, unsur, dan struktur puisi.

Puisi

Puisi merupakan karya sastra yang membangkitkan kesadaran imajinatif yang terkonsentrasi pada pengalaman atau respons emosional tertentu melalui bahasa yang dipilih dan diatur untuk makna, bunyi, dan iramanya.

Pengertian Puisi

Puisi merupakan gaya penulisan yang menggunakan struktur formal dan yang sering dibagi menjadi bait, atau itu mengacu pada sesuatu yang indah.

William Wordsworth mendefinisikan bahwa menulis puisi sebagai “luapan spontan perasaan yang kuat“. Emily Dickinson berkata “Jika saya membaca buku dan itu membuat tubuh saya begitu dingin, tidak ada api yang bisa menghangatkan saya, saya tahu itu adalah puisi

Puisi adalah marmer bahasa yang dipahat; itu adalah kanvas yang dilemparkan cat, tetapi penyair menggunakan kata-kata alih-alih melukis, dan kanvas adalah diri kita. Definisi puitis puisi semacam spiral pada diri mereka sendiri. Kita mungkin bisa membuat definisi puisi yang dapat dipahamai dengan hanya melihat bentuknya dan tujuannya.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian puisi menurut para ahli, antara lain:

H.B. Jassin

Puisi adalah suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

Waluyo

Puisi adalah suatu karya sastra dengan gaya bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberikan irama dengan suara bunyi yang padu dan pemilihan sebuah kata-kata kias (imajinatif).

Hj. Muhammad Salleh

Puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang kental dengan music bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya. Sesudah membaca sebuah puisi akan menjadikan kita lebih bijaksana.

Usman Awang

Puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

Ciri Puisi

Karakteristik puisi dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, diantaranya yaitu:

Ciri-ciri puisi baru antara lain:

  1. Nama pengarangnya diketahui. Hal tersebut berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya
  2. Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  3. Puisi baru tidak terikat oleh beragam aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
  4. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  5. Biasanya berisikan tentang kehidupan.
  6. Puisi baru lebih banyak menggunakan sajak pantun dan syair.
  7. Mempunyai bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  8. Mempunyai rima akhir yang teratur.
  9. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.

Ciri-ciri puisi lama antara lain:

  1. Puisi lama biasanya berupa puisi rakyat dan tidak diketahui nama pengarangnya.
  2. Puisi lama masih terikat oleh beragam aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  3. Disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat disebut juga dengan sastra lisan.
  4. Puisi lama menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
  5. Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

Jenis Puisi

Secara garis besar, puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Puisi Lama

Puisi lama yaitu puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan, seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama. Puisi lama dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Mantra, yaitu sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
  2. Pantun, yaitu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  3. Karmina, yaitu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek.
  4. Seloka ialah pantun yang berkait.
  5. Gurindam, yaitu puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
  6. Syair, yaitu puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
  7. Talibun, yaitu pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.

Puisi Baru

Puisi baru yaitu puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan. Puisi baru mempunyai bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima. Puisi baru dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Balada, yaitu puisi tentang cerita, yang terdiri atas 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir pada bait pertama sebagai refren pada bait-bait selajutnya.
  2. Himne, yaitu puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
  3. Ode, yaitu puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, mempunyai sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
  4. Epigram, yaitu puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
  5. Romansa, yaitu puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
  6. Elegi, yaitu puisi yang mempunyai isi tentang kesedihan.
  7. Satire, yaitu puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan.
  8. Distikon, yaitu puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai).
  9. Terzina, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai).
  10. Kuatrain, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai).
  11. Kuint, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 5 baris (puisi 5 seuntai).
  12. Sektet, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai).
  13. Septime, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai).
  14. Oktaf atau Stanza, yaitu puisi yang pada tiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau dapat disebut juga dengan puisi 8 seuntai).
  15. Soneta, yaitu puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi 2, 2 bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing 3 baris.

Unsur Puisi

Puisi memiliki beberapa unsur yang saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. Adapun unsur-unsur tersebut antara lain:

Kata

Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Diksi atau pemilihan kata sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Kata-kata yang telah dipilih tersebut diformulasi menjadi sebuah larik.

Larik (atau baris)

Larik berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik dapat berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi-puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan.

Bait

Bait adalah kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait-bait tersebut biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi-puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.

Bunyi

Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) yaitu bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Irama (ritme) yaitu pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi.

Munculnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata.

Rima berguna sebagai salah satu unsur pembentuk irama, tapi irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Rima dan irama yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.

Makna

Makna yaitu unsur tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna dapat menjadi isi sekaligus pesan dari puisi tersebut. Melalui makna misi penulis puisi dapat disampaikan.

Struktur Puisi                    

Struktur puisi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin puisi. Masing-masing struktur tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Struktur fisik puisi

Struktur fisik puisi terdiri atas:

  1. Rima atau Irama, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau di akhir baris puisi.
  2. Imaji, yaitu suatu kata atau susunan kata-kata yang mampu untuk dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
  3. Diksi ialah pemilihan beberapa kata-kata yang dilakukan penyair dalam karya puisinya.
  4. Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan menggunakan indera yang dapat memungkinkan munculnya imaji.
  5. Gaya bahasa , yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan efek serta menimbulkan konotasi tertentu.
  6. Tipografi yaitu bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris pada tiap puisi yang tidak selalu dimulai dengan menggunakan huruf kapital serta diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut menentukan dalam pemaknaan terhadap puisi.

Struktur batin puisi

Struktur batin puisi terdiri atas:

  1. Tema atau makna; media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa, yaitu suatu hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus memiliki suatu makna baik itu tiap kata ataupun keseluruhan.
  2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap suatu pokok permasalahan yang ada dalam puisinya.
  3. Nada atau tone, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya serta nada berhubungan dengan tema dan rasa.

Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan dari penyair kepada pembaca puisi tersebut.

Itulah rangkuman pembahasan mengenai materi penjelasan atas pengertian puisi menurut para ahli, ciri-ciri, jenis, unsur, dan strukturnya. Semoga melalui tulisan ini ya, bisa memberikan bahasan serta edukasi yang sangat bermanfaat bagi pembaca. Trimakasih,

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Twitter

/* Fetch any embeddable Twitter object from the OEmbed API */ let oembedResponse = await fetch(new Request('https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/jack/status/20')); let oembedTweet = oembedResponse.json();
shares